Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Maret 2016

Unknown

Nekat Menodong, Seorang Residivis Babak Belur Diamuk Massa

Dunia Informasi



Dua orang residivis berinisial R (20) dan F (23) nekat melakukan aksi penodongan terhadap seorang pedagang pecel ayam di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, sebelum akhirnya salah seorang pelaku tersebut tertangkap dan babak belur diamuk massa.

Dunia Informasi
Ilustrasi

Kanit Reskrim Polsek Tebet Iptu Mudiran mengatakan, aksi nekat kedua residivis tersebut bermula saat korban bernama Miftahul Alim sedang memainkan ponsel sambil menunggu pembeli. Namun, tak disangka ternyata dua pelaku tersebut ternyata sudah mengincar korban dari kejauhan.

"Jadi, korban sudah diperhatikan. Karena tak ada duit, kedua pelaku akhirnya merampas handphone saat korban sedang nunggu pembeli (pecel ayam)," ujar Mudiran dalam pesan singkatnya, Selasa (8/3/2016).

Aksi kedua pelaku tersebut mendapat perlawanan dari korban yang berteriak meminta tolong kepada warga, hingga akhirnya kedua pelaku tersebut melarikan diri menggunakan sepeda motor miliknya.

"Warga berdatangan setelah dengar teriakan. Dan pelaku F langsung kabur naik motor, sedangkan pelaku R lari-lari mengejar temannya. Apesnya, pelaku berinisial R tertangkap warga," tambahnya.

Dari keterangan seorang pelaku yang tertangkap tersebut, mereka nekat melakukan aksi tersebut atas dasar minuman keras (miras), yang memang kedua pelaku tersebut sudah sering melakukan aksinya di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

"Pelaku bilang untuk membeli miras. Mereka ini sudah sering melakukan perampasan. Kedua pelaku juga ternyata residivis. Mereka bahkan pernah di penjara di Mapolsek Setiabudi pada tahun-tahun sebelumnya," paparnya.

Akibat perbuatannya, seorang pelaku berinisial R tersebut mendekam di tahanan Mapolsek Tebet, dan dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Sedangkan pelaku berinisial F sedang dalam pencarian kepolisian.
Read More

Senin, 14 Maret 2016

Unknown

6 Pengguna Dan Pengedar Narkoba Dibekuk

Dunia Informasi



Satnarkoba Polres Purwakarta membekuk 6 pelaku pengguna dan pengedar narkoba. disita dari tangan pelak, 18 paket kecil shabu shabu, 0,5 kg ganja dan 8 paket kecil ganja siap edar.

Dunia Informasi
Pelaku Pengguna Dan Pengedar Narkoba

Keenam pelaku diamankan polisi masing masing DI, DS, AA, DW, OH dan MS. Keenam pelaku ditangkap disejumla tempat di Purwakarta, Jawa Barat.

Kapolres Purwakarta AKBP Trunoyudo W Andiko, Senin (14/3), menjelaskan, para pelaku narkoba tersebut dibekuk hasil penyelidikan jajarannya menindaklanjuti pengaduan masyarakat.

Kata Kapolres, tak butuh waktu lama jajarannya mengendus praktek haram hingga menangkap satu persatu pengguna hingga pengedar narkoba tersebut.

Kapolres menegaskan, perbuatan para pelaku bertentangan dengan hukum di Indonesia. Pelaku telah melakukan tindak pidana tanpa hak dan melawan hukum memiliki, menyimpan serta menguasai dan menerima, menjadi perantara dalam jual beli dan menggunakan untuk dirinya sendiri jenis narkotika golongan 1.

“Para pelaku diancam dengan UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara, atau denda sebesar Rp 10 milyar,” ungkap Kapolres.
Read More

Minggu, 06 Maret 2016

Unknown

Pemilik Rental PS Dibunuh, Uang Korban Lenyap

Dunia Informasi


Orangtua Korban

Susanto alias Ong,37, Pemilik Play Station (PS) ditemukan ibu kandungnya dengan kepala luka,leher terikat tali plastik dan kaki serta tangan terikat kabel play station di kiosnya di daerah pedongkelan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. uang korban digasak pelaku.

Mujiah, 62, Minggu (6/3) ingin mengantar satu rantang nasi berikut ikan dan telor ceplok untuk makan malam.

Semula sang ibu mencari putranya yang setiap malam tidur di kios. Karena tidak ada, Mujiah berulang kali memanggil anaknya.

Namun belakangan, ia melihat tumpukan pakaian, yang ketika dibuka Mujiah mendapatkan anaknya dengan wajah ditutupi jaketnya sudah tewas. Mujiah pun berteriak minta tolong sehingga membuat warga sekitar berdatangan ke kios Susanto .
ADA 2 PASANG SANDAL

Mujiah menangisi jenazah anaknya yang menyewa kios tempat usahanya dekat rumah orangtuanya itu.

Tak lama, setelah warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cengkareng, sejumlah polisi pun datang ke lokasi termasuk anggota Identifikasi Polres Metro Jakarta Barat.

Titin, 40, warga mengatakan, Minggu subuh sekira Pk 04;15, sempat melihat dua lelaki muda masuk ke kios korban. “Saya kira mereka main PS.Dua pasang sandal orang itu kelihatan di depan kios,” katanya.

Susanto memang membuka usaha PS nya hanya pada malam hari mulai jam 18;30 sampai pagi, dan siangnya tidur. Ibunya setiap malam rutin mengantar nasi untuk Susanto yang semasa hidupnya sangat baik kerap membantu orangtunya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Didik Sugiarto SH, Sik yang datang bersama anggotanya ke tempat kejadian setelah melakkukan olah TKP telah mencurigai dua orang yang dikenal korban sebagai pelaku pembunuhan tersebut.

“Mengenai motifnya masih didalami. Kami terus mengembangkan kasus ini. Apakah perampokan atau lainnya,” ujarnya.

Read More

Jumat, 26 Februari 2016

Unknown

Pencurian Listrik Daeng Azis Lebih Berat Hukumannya Dibandingkan Prostitusi

Dunia Informasi



Dunia Informasi
Tokoh Masyarakat Kalijodo, Abdul Azis, atau Daeng Azis


Polisi menyelidiki dua kasus yang menjerat pentolan di kalijodo Abdul Azis atau Daeng Azis.
Dua kasus itu adalah pencurian listrik yang ditangani Polres Metro Jakarta Utara dan prostitusi yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

"Bareng-bareng (selidikinya). tetapi pencurian listrik lebih berat," kata direktur reserse Kriminal Umum Polda <etro Jaya. Kombes Krishna Murti Di Jakarta.

Untuk kasus pencurian listrik, Azis dijerat pasal 51 ayat 3 undang-undang nomor 30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Sementara itu, untuk kasus prostitusi, Azis dijerat pasal 296 KUHP Juncto pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara.

Dalam kasus pencurian listrik, Azis diduga melakukan sambungan tidak resmi. ia menyambung hingga 4 aliran listrik secara tidak resmi dari perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Dan itu selama bertahun-tahun. jadi biar ditangani dulu sama Polres Metro Jakarta Utara."

Azis ditangkap satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Utara di Sentral kos, Jalan Antara19, Jakarta Pusat. Penangkapan Azis terkait dugaan pencurian listrik di kafe Intan.


Read More
Unknown

Pesta Narkoba Di Dalam Mobil, 4 Pria Budak Narkoba Disergap

Dunia Informasi



Barang Bukti Shabu

Polsek panongan meringkus 4 pria budak narkoba. seorang diantaranya ditangkap saat mengkonsumsi shabu di dalam mobil di kecamatan setu, Tangerang Selatan.
Para pelaku yang diamankan yakni HG,22,ST,36,MI,46, dan SD,37 dari tangan ke empatnya, polisi menyita 6 gram shabu dan alat hisabnya. pelaku beserta barang bukti digelandang ke polsek panongan untuk penyelidikan.

Kapolsek Panongan AKP Mohammad Said menjelaskan ikhwal penangkapan ke 4 budak narkoba tersebut. bermula ketika anggota tim buser yang tengah observasi mencurigai gerak-gerikHG dan ST. "keduanya didapat tengah bertransaksi narkoba di dalam warteg di daerah serpong. Shabu seberat 0,4 gram berhasil disita anggota."

Tak berhenti disitu, lanjut kapolsek, pihaknya kemudian melakukan pengembangan. Alhasil, tim buser berhasil meringkus ML, ketika tengah pesta shabu di dalam mobil Daihatsu Xenia miliknya. Ml diduga kuat sebagai pemasok barang haram kepada HG dan ST. "ML kita amankan saat pesta shabu di dalam mobilnya. Ujar AKP Said.

Kepada petugas, ML mengaku sebagai kurir narkoba. barang haram itu didapatnya dari tersangka SD, warga Clater, Serpong, Tangerang Selatan, Bandar Shabu itu pun akhirnya digelandang petugas ke Polsek Panongan setelah di ringkus di rumahnya, selain mengaman 5 gram shabu, polisi juga menyita sebuah mobil grand livina milik SD, mobil itu kerap digunakan SD untuk mengantar barang haram ke pembelinya. "Pelaku kami jerat Pasal 112,127,dan 114UU Narkotika dengan ancaman 10 tahun penjara. Papar Kapolsek.


Read More

Kamis, 25 Februari 2016

Unknown

Pelaku Gendam Perdayai Korban Dengan Asap Rokok

Dunia Informasi



Dunia Informasi
Pelaku Gendam Perdayai Korban Dengan Asap Rokok / Ilustrasi

Para pelaku kejahatan di bangkalan, Jawa  Timur, melancarkan aksinya dengan berbagai modus, termasuk gendam dengan memakai media asap rokok. modus ini sangat ampuh. pelaku berhasil menguras uang milik korban sebesar Rp7.750.000.

Korban diketahui bernama Abdul Mutolib (55), Warga Desa Mambuluh, Kecamatan Tambelangan, Sampang. pria ini menjadi korban gendam saat ingin membeli sapi di pasar hewan Blega, Bangkalan. beruntung pelaku berhasil ditangkap, seusai diteriaki copet oleh korban.

Identitas pelaku berinisial Su(31) warga Probolinggo. kini, tersangka meringkuk di balik jeruji besi Polsek Blega untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Blega AKP Hartanta menjelaskan kronologinya, pelaku pura-pura pinjam korek api kepada korban untuk mengisap rokok. kemudian pelaku menyemburkan asap rokok itu pada korban. lalu, keduanya asyik ngobrol dengan jarak yang dekat.

"Modus yang dilakukan pelaku diduga melalui media asap rokok yang disemburkan kepada korban." Terang Hartanta.

Sekejap, sambung Hartanta, uang yang berada dalam plastik dan disimpan pada kantong korban sudah berpindah tangan, uang jutaan rupiah tersebut sudah berhasil diambil pelaku.

untuk menghilangkan jejak, teman pelaku datang pura-pura ingin membeli sapi juga kemudian pelaku meninggalkan korban, begitu juga dengan teman pelaku. korban baru sadar uangnya sudah hilang dan berganti dengan 4 bungkus rokok ketika pelaku bersama temannya sudah pergi.

"Korban pun mencari pelaku, akhirnya ditemukan di depan pasar, yang tidak jauh dari lokasi. awalnya pelaku tidak mengakui jika mengambil uang korban sembari pergi. merasa geram, akhirnya korban meneriaki pelaku copet."

Warga yang mendengar dengan spontan mengejar pelaku. bahkan, ada warga yang menghajar pelaku. beruntung di lokasi ada anggota polsek Blega dan mengamankan pelaku dari amukan massa.

"Kami masih mengejar rekan pelaku yang berhasil kabur. kami mengimbau pada masyarakat supaya selalu berhati-hati dan waspada terhadap segala bentuk aksi penipuan, sehingga tidak menjadi korban"


Baca Juga : 19 TNI, 5 Polri, Dan Anggota DPR Ditangkap
Read More

Selasa, 23 Februari 2016

Unknown

Dijanjikan Nikah, Gadis 16 Tahun Serahkan Kesucian Pada Sekuriti

Dunia Informasi



Dunia Informasi
Korban Dan Orangtuanya Yang Melapor Ke Polres

Dengan Iming-Iming akan dinikahi, KS gadis berumur 16 tahun ini, rela menyerahkan kesuciannya pada Ahmad Gani (23) yang tidak lain adalah kekasihnya sendiri.

Namun kini, masa depan KS yang tercatat sebagai warga kelurahan 15 Ulu, kecamatan seberang Ulu1 Palembang ini terancam suram setelah pujaannya tersebut justru memilih meninggalkannya dan lari dari tanggung jawab.

Tidak terima paa yang sudah dilakukan kekasihnya tersebut, KS bersama keluarganya akhirnya sepakat memilih untuk melaporkan pacarnya ke polresta Palembang.

Dari laporan korban dengan tanda bukti LP/B-496/II/2016/Resta/ Sumsel terungkap. kejadian itu berlangsung pada agustus 2015 lalu, di lapangan tembak Jakabaring.

Awalnya, Ahmad Gani yang berprofesi sebagai sekuriti ini, menjemput KS dan rumah dengan alasan untuk mengajak jalan-jalan sore, namun, sesampai di gedung lapangan tembak, Ahmad Gani lalu membujuk korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

"Dia terus memaksa saya. karena dia berjanji akan menikahi saya, jadi saya terpengaruh." Ujar KS kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Setelah melakukan hubungan terlarang itu, KS pun diantarkan pulang oleh terlapor, KS yang merasa takut, akhirnya bercerita kepada orangtuanya.

Mengetahui hal itu, orang tua KS pun tidak terima. alhasil, musywarah pertemuan antara keluarga terlapor dan korban dilakukan. "Keputusannya, mereka sepakat untuk dinikahkan pada Mei 2016 mendatang."Kata TH(38), orang tua dari KS.

Namun, beberapa waktu saat korban sedang berjalan dengan temannya, tiba-tiba pelaku datang dan memukuli teman korban. Dengan dalih itulah, akhirnya Ahmad Gani memutuskan korban dengan alasan KS memiliki lelaki lain.

Laporan tersebut, kini telah diterima polisi dan akan ditindaklanjuti unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polresta Palembang.

"Sekarang sedang kita tindak lanjuti. bila terbukti pelaku bisa dikenakan undang-undang perlindungan anak karena sudah menyetubuhi anak di bawah umur."
Read More
Unknown

Disuruh Baca Alfatihah 11 Orang Pemalak Menangis

Dunia Informasi



Dunia Informasi
11 Pemalak Yang Ditangkap
 
Sebanyak 11 juru parkir liar yang merangkap sebagai pemalak ditangkap aparat polsekta ilir timut (IT) II Palembang. sebanyak 11 preman tersebut ditangkap di seputaran Palembang Square, jalan jenderalsudirman, jalan beringin janggut Palembang, di bawah jembatan Ampera dan di depan pusat perbelanjaan Megaria.
Bahkan, dua diantaranya merupakan remaja yang masih berstatus sebagai pelajar setelah didata, 11 pemalak tersebut disuruh berbaris di halaman Mapolsek untuk dikenakan sanksi. saat disuruh untuk menyebutkan Pancasila, sebelas orang yang diduga preman uu justru tidak hafal.

Sanksi tersebut akhirnya diubah, mereka diperintahkan untuk membaca surat Alfatihah dan belajar salat. satu di antara pemalak ditunjuk menjadi pengajarnya, karena pemalak tersebut mengaku alumni dari salah satu pondok pesantren di Sumsel.

Kejadian sebelumnya lagi-lagi  terjadi. karena rata-rata pemalak yang terjaring tersebut juga tidak hafal surat Alfatihah yang diinstruksikan. Alhasil, petugas harus berkali-kali menyuruh mengulang kembali.

Lucunya, salah satu dari pemalak yang diketahui bernama Rifki malah menangis saat Kapolsek mencecarnya dengan pertanyaan yang berkaitan dengan Agama. "Saya salat pak. tapi hanya salat jumat saja. saya tidak akan jadi pemalak lagi."ujarnya

Usai belajar surat Alfatihah dan salat, 11 pemalak ini mengikuti renungan suci. sambil tertunduk, beberapa di antaranya meneteskan air mata karena menyesali perbuatannya.

Kapolsek llir Timur | Palembang kompol Zulkarnain mengungkapkan, pihaknya sengaja memberikan sanksi tersebut sebagai peringatan tentang pentingnya ibadah "batin mereka kosong, jarang ibadah, ada yang tidak pernah sama sekali. ini yang kita ingatkan, biar mereka sadar.

Setelah menjalani sanksi,11 orang ini harus menginap sementara di mapolsek sampai nanti ada keluarga yang menjaminnya."keluarga mereka akan kita panggil jika berani menjaminnya baru akan kita lepaskan. tapi kita akan terus pantau mereka."tegasnya.


Read More

Minggu, 21 Februari 2016

Unknown

Tolak Digusur, PSK Kalijodo Ancam Demo Telanjang Bulat Didepan Ahok

Dunia Informasi



Dunia Informasi
PSK Kalijodo

Warga dan PSK di kawasan Kalijodo, Penjaring Jakarta Utara berkeras penolak penggusuran yang bakal dilakukan pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Mereka pun menggeruduk gedung DPRD didampingi kuasa hukum mereka, Razman Arif Nasution.menurut Razman, warga Kalijodo bertekad menempuh segala upaya dengan cara dan konsekuensi apapun.

"kalau benar-benar terjadi penggusuran saya tidak tahu apa yang akan terjadi. karena sebagian besar mereka urat malunya sudah putus. saya tidak bisa membayangkan bagaimana kalau PSK-PSK itu telanjang bulat turun ke jalan, ini yang harus diperhatikan," ujar, Razman saat menyampaikan aspirasi warga kalijodo di gedung DPRD DKI.

Saat itu, Razman menyampaikan hal tersebut saat diterima beraudiensi bersama pimpinan DPED DKI yang diwakili Mohamad Taufik dan Abraham Lunggana (Haji Lulung).

Banyak yang disampaikan Razman dan warga ada kesempatan itu. salah satunya warga mendesak agar DPRD dapat mendesak Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) mengurungkan niatnya  menggusur, Kalijodo atau memberikan kompensasi adil berupa ganti rugi bagi warga.

"Saya juga meminta agar Pak Taufik dan Bang Haji (Lulung) juga ,emgujumgi warga Kalijodo, biar bapak-bapak paham bagaimana kondisi disana. disana tidak ada preman, tidak ada judi, yang ada warga mencari duit."


Read More

Jumat, 19 Februari 2016

Unknown

Kalijodo, Kafe-Kafe Dijaga Polwan

Dunia Informasi



Dunia Informasi
Kafe-Kafe Yang Dijaga Ketat Oleh Polwan Tadi Pagi
 
 Pagi Hari ini, Kawasan Kalijodo Jakarta mulai dijaga oleh ribuan personel Polri dan TNI yang sudah apel di Markas Polda Metro Jaya pada subuh tadi. Sebagian dari aparat keamanan juga sudah ada di Kalijodo, menjaga jalan dan kafe-kafe di sini.

Terlihat di kawasan Kalijodo, jalan kepanduan II, Tambora, Jakrta Barat, Sabtu  (20/2/2016) pagi ini, akses jalan dari arah grogol ke kota dan sebaliknya.

Kecuali soal lalu lintas kendaraan bermotor, masyarakat setempat terlihat tetap beraktivitas normal. Warga terlihat hilir mudik ke pasar yang terletak tidak jauh dari kantor kecamatan Tambora.

Smentara, seratusan personel satuan Polisi Pamong Praja terlihat bersiaga di lokasi. ada lima mobil Satpol PP yang terlihat di jalan Kepanduan II, Tambora. seratusan personel polisi yang sebagian memakai kaos bertuliskan 'Turn Back Crim' juga nampak di lokasi.

Masuk ke jalanan kawasan Kalijodo yang semula diisi lapk-lapak dan kafe-kafe, terlihat puluhan polisi Wanita (Polwan) menjaga lokasi. mereka duduk-duduk di pinggir jalan. sebagian lagi ada personel polisi yang mengatur lalu lintas.

Dunia Informasi
Polisi Yang Berjaga Di Area Kalijodo

Memang, Kapolda Irjen Pol Tito Karnavian berpesan agar penertiban Kalijodo dilakukan dengan humaris. Polisi tidak perlu menampakkan wajah arogan kepada masyarakat.

"Tata cara harus tertib, jangan berlebihan arogan, humanis kalau ada ibu-ibu nanti polwan harus tampil." ujar Tito dalam arahannya di upacara apel gabungan personel Polri dan TNI di Polda Metro Jaya tadi.


Read More
Unknown

Kronologi Kasus Dugaan Pencabulan Oleh Saipul Jamil

Dunia Informasi



Dunia Informasi
Tersangka Saipul Jamil

Penyanyi dangdut Saipul Jamil (SJ) tersandung kasus pencabulan terhadap remaja di bawah umur.
dia pun telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan pada kamis (18/02/2016) malam setelah diperiksa sejak pagi.

Korban DS (17) adalah penonton acara ajang pencarian bakat penyanyi dangdut di sebuah televisi swasta. ia melaporkan Saipul karena melakukan perbuatan asusila terhadapnya.
kapolsek Metro Kelapa Gading Kompol Ari Cahya Nugroho menjelaskan awal perkenalan Saipul dengan DS

Menurut Ari, tersangka dan korban berkenalan dalam sebuah acara stasiun televisi swasta pada 31 januari 2016.
"pada saat itu, SJ menanyakan ke DS, tinggal di mana? pas DS bilang di daerah jakarta utara, kata SJ, 'oh sama nih, mau diantar pulang enggak?' akhirnya DS mau diantar dan pas turun, sampai rumah dikasih uang Rp 50.000. "ucap Ari, kamis malam.

Pada pertemuan pertama tersebut, DS bersama temannya. lain dengan pertemuan kedua, Saipul dan DS berjumpa tanpa sengaja. saat itu, Saipul meminta kepada DS untuk berkunjung ke rumahnya.
"SJ meminta DS untuk membantunya hingga larut malam. DS kemudian diminta bantuan untuk pijat."

Bermulah dari meminta tolong itulah, Saipul melancarkan perbuatan asusilanya.
"SJ sempat dua kali minta, tetapi DS tidak berkenan. nah, pas DS sedang tertidur sekitar pukul 04.00WIB, SJ melakukan perlakuan tidak senonoh itu." Kata Ari

Tidak terima dilecehkan, DS yang disuruh pulang oleh Saipul langsung melaporkan peristiwa tersebut bersama orangtuanya ke polisi.
Saipul tidak melawan ketika diamankan dari rumahnya pada kamis pagi.

"Awalnya, SJ menanyakan maksud kedatangan rekan-rekan polsek. Namun, kami bawa DS ini untuk bertemu saudara SJ ."
menurut Ari, tim penyidik terus mengembangkan keterangan empat saksi dalam kasus ini untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain.

Sementara itu DS juga telah menjalani proses untuk pembuatan visum di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
setelah diperiksa selama beberapa jam, Saipul pun ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan tersebut.
kamis pukul 22.25, polisi membawa korban ke rumah Saipul untuk melakukan olah TKP

Polisi juga mengeledah sejumlah kamar di rumah Saipul dan mengamankan beberapa barang.
"ada hal-hal yang diambil dimasukin ke dalam kantong, ada baju, celana, dan handphone. kayaknya baju lebih dari satu," kata Anthoni, ketua RT setempat yang mengikuti olah TKP tersebut.

Atas perbuatannya, Saipul Jamil dijerat pasal 76 e dengan ketentuan pidana pasal 82 ayat 2 undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun dan denda maksimal RP 5 miliar.
Read More
Unknown

Anak Durhaka Dari Singapura

Dunia Informasi



Dunia Informasi


Sebuah kisah nyata dari Negeri tetangga Singapura beberapa dekade lalu yang cukup menghebohkan hingga perdana Menteri saat itu, Lee Kwan Yew senior turun tangan dan mengeluarkan dekrit tentang orang lansia di singapura.

Dikisahkan ada orang kaya raya di sana mantan pengusaha sukses yang mengundurkan diri dari dunia bisnis ketika istrinya meninggal dunia. jadilah ia single parent yang berusaha membesarkan dan mendidik dengan baik anak laki-laki satu-satunya hingga mampu mandiri dan menjadi seorang sarjana 

Kemudian setelah anak tunggalnya tersebut menikah, ia minta ijin kepada ayahnya untuk tinggal bersama di Apartemen ayahnya yang besar dan mewah. dan ayahnya pun dengan senang hati mengijinkan anak menantunya tinggal bersama-sama dengannya.

Terbayang di benak orangtua tersebut bahwa apartemen nya yang luas dan mewah tersebut tidak akan sepi, terlebih jika ia mempunyai cucu. betapa bahagianya hati bapak tersebut bisa berkumpul dan membagi kebahagiaan dengan anak dan menantunya.

Pada mulanya terjadi komunikasi yang sangat baik antara ayah-anak-menantu yang membuat ayahnya yang sangat mencintai anak tunggalnya itu tersebut tanpa sedikitpun ragu-ragu mewariskan seluruh harta kekayaan termasuk apartement yang mereka tinggali, dibaliknamakan ke anaknya itu melalui notaris terkenal di sana.tahun-tahun berlalu. seperti biasa masalah klasik dalam rumah tangga, jika anak menantu tinggal seatap dengan orangtua, entah sebab mengapa akhirnya pada suatu hari mereka bertengkar hebat yang pada akhirnya pada suatu hari mereka bertengkar hebat yang pada akhirnya, anaknya tega mengusir sang ayah keluar dari apartemen mereka yang diwarisi dari ayahnya.

Karena seluruh hartanya, Apartemen, Saham, Deposito, Emas dan uang tunai sudah diberikan kepada ankanya, maka mulai hari itu dia menjadi pengemis di Orchard Rd. Bayangkan, orang kaya mantan pebisnis yang cukup terkenal di Singapura tersebut, tiba-tiba menjadi pengemis.

Suatu hari, tanpa disengaja melintas mantan teman bisnisnya dulu dan memberikan sedekah, dia langsung mengenali si ayah ini dan menanyakan kepadanya, apakah ia teman bisnisnya dulu. tentu saja, si ayah malu dan menjawab bukan, mungkin anda salah orang, katanya. akan tetapi temanya curiga dan yakin, bahwa orangtua yang mengemis itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak ada kabar beritanya. kemudian, temannya ini mengabarkan hal ini kepada teman-temannya yang lain, dan mereka akhirnya bersama-sama mendatangi orang tersebut. semua mantan sahabat karibnya tersebut langsung yakin bahwa pengemis tua itu adalah mantan pebisnis kaya yang dulu mereka kenal.

Dihadapan para sahabatnya, si ayah dengan menangis tersedu-sedu menceritakan semua kejadian yang sudah dialaminya, maka, terjadilah kegemparan disana, karena semua orangtua di sana merasa sangat marah terhadap anak yang sangat tidak bermoral itu.

Kegemparan berita tersebut akhirnya terdengar sampai ke telingga PM Lee Kwan Yew Senior.
PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak dan menantu durhaka tersebut. mereka dimaki-maki, dan dimarahi habis-habisan oleh PM Lee dan PM Lee mengatakan "sungguh sangat memalukan bahwa di singapura ada anak durhaka seperti kalian. 

Lalu PM Lee memangiil sang notaris dan saat itu juga surat warisan itu dibatalkan demi hukum! dan surat warisan yang sudah baliknama atas nama anaknya tersebut disobek-sobek oleh PM Lee. sehingga semua harta milik yang sudah diwariskan tersebut kembali ke atas nama ayahnya, bahkan sejak saat itu anak menantu itu dilarang masuk ke apartment ayahnya.

Mr Lee Kwan Yew ini ternyata terkenal sebagai orang yang sangat berbakti kepada orangtuanya dan menghargai para lanjut usia (lansia). sehingga agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Mr Lee mengeluarkan kebijakan/ Dekrit yaitu. "larangan kepada para orangtua untuk tidak mengwariskan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal. kemudian, agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga akhir hayatnya, maka dia buat kebijakan berupa Dekrit lagi, yaitu agar semua Perusahaan Negara dan swasta di Singapura memberi pekerjaan kepada para lansia. Agar para lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya dan mempunyai penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi angpao kepada cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri selama 1 tahun bekerja.

Anda tidak perlu heran jika Anda pergi ke Toilet di Changi Airport, Mall, Restaurant, Petugas cleaning service adalah para lansia. Jadi selain para lansia itu juga bahagia karena di usia tua mereka masih bisa bekerja, juga mereka bisa bersosialisasi dan sehat karena banyak bergerak. Satu lagi sebagaimana di negeri maju lainnya, PM Lee juga memberikan pendidikan sosial yang sangat bagus buat anak-anak dan remaja di sana, bahwa pekerjaan membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya itu bukan pekerjaan hina, sehingga anak-anak tsb dari kecil diajarkan untuk tahu menghargai orang yang lebih tua, siapapun mereka dan apapun profesinya.
Sebaliknya, Anak di sana dididik menjadi bijak dan terus memelihara rasa hormat dan sayang kepada orangtuanya, apapun kondisi orangtuanya.

Meskipun orangtua mereka sudah tidak sanggup duduk atau berdiri,atau mungkin sudah selamanya terbaring diatas tempat tidur, mereka harus tetap menghormatinya dengan cara merawatnya.
Mereka, warganegara Singapura seolah diingatkan oleh PM Lee agar selalu mengenang saat mereka masih balita, orangtua merekalah yang membersihkan tubuh mereka dari semua bentuk kotoran, juga yang memberi makan dan kadang menyuapinya dengan tangan mereka sendiri, dan menggendongnya kala mereka menangis meski dini hari dan merawatnya ketika mereka sakit.
Hormatilah, Kasihilah, Sayangilah orang tuamu selama mereka masih ada di sisimu.


Read More

Rabu, 17 Februari 2016

Unknown

Minta Uang 1,5 Hingga 2 juta, Dua Oknum Pegawai PDAM Enrekang Tipu Puluhan Warga Anggeraja

Dunia Informasi



Dunia Informasi
Ilustrasi

Puluhan warga di sossok, kelurahan Mataran, kecamatan Anggeraja diresahkan oleh ulah dua oknum pegawai perusahaan daerah air minum (PDAM) Enrekang.
Alwi Alimin dan Salim dilaporkan telah melakukan penipuan terhadap warga. modusnya, mereka meminta uang sebesar RP 1,5 juta hingga Rp 2 juta kepada warga untuk pemasangan pipa air yang disambungkan ke pipa air yang disambungkan ke pipa milik PDAM. ternyata, tindakan keduanya dilakukan tanpa sepengetahuan Direktur PDAM Hj. Halifah Bando.

Namun setelah berbulan-bulan menikmati air yang disambung secara ilegal, PDAM bertindak tegas dengan memutuskan aliran air tersebut dari puluhan rumah warga. hanya warga yang bersedia melakukan pembayaran resmi ke kantor PDAM, yang tidak dilakukan pemutusan aliran pipa airnya.
Any, salah seorang warga yang menjadi korban, sangat kesal dengan ulah kedua oknum pegawai PDAM itu. "kami sudah membayar uang untuk pemasangan kepada orang PDAM kenapa kami diminta untuk membayar ulang?" ujar Ani mengungkapkan kekesalan hatinya.

Akibat kejadian ini, Any berharap agar direktur PDAM Enrekang Hj Halifa Bando memberikan sanksi pemecatan kepada kedua karyawan itu. karena dianggap telah melakukan pencemaran nama baik PDAM dengan melakukan pungutan liar. menurutnya, pihak PDAM tidak boleh berlepastangan atas ulah kedua oknum tenaga honorer PDAM tersebut.

Kepala dusun Sossok Tajuddin yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, membenarkan banyak warganya yang jadi korban oleh kedua oknum PDAM tersebut. "kalau dihitung-hitung sudah sekitar ratusan warga yang sudah membayar, kemudian sambungan airnya diputus karena dianggap liar." jelas Tajuddin

Selain mengambil uang pembayaran pendaftaran, kedua oknum PDAM itu juga melakukan penagihan angsuran bulanan kepada pelanggan ilegalnya sebelum hal ini terkuak ke permukaan. "sudah lebih setahun warga juga membayar angsuran kepada oknum pegawai PDAM itu." ujar Tajuddin melalui handphonenya,
sementara Direktur PDAM Enrekang HJ Halifa Bando, dengan tegas mengatakan, tidak bisa mempertanggung jawabkan karena menurut argumentasinya, uang warga yang bernilai ratusan juta tersebut tidak masuk ke rekening resmi PDAM. "ini bukan kesalahan kami, siapa suruh memberikan uang kepada kedua oknum itu tanpa ada bukti kuitansi resmi dari PDAM. hal ini sudah kami umumkan berkali-kali di masjid-masjid."kata HJ Halifa.

Direktur PDAM yang masih bersaudara kandung dengan bupati Enrekang H muslimin Bando ini, mengimbau pelanggan maupun calon pelanggan untuk berhati-hati. diapun meminta kepada warga yang merasa dirugikan agar pelanggan untuk berhati-hati. diapun meminta kepada warga yang merasa dirugikan agar melaporkan ke pihak berwajib. menyusul mencuatnya kasus ini, baik Alwi maupun Salim tidak bisa lagi dideteksi keberadaannya. apalagi mereka dideksa untuk mengembalikan uang yang sudah diambilnya dari warga, yang jumlah mencapai ratusan juta dari 80 RT yang terdata jadi korban penipuan.
Read More

Sabtu, 13 Februari 2016

Unknown

Menteri Susi Beli Kapal Induk Berantas Pencuri Ikan

Dunia Informasi



Dunia Informasi
Kapal Induk Yang Nantinya Akan Dibeli Menteri Susi Pada Tahun Ini


Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana membeli kapal induk atau kapal markas pada tahun ini. investasi pembagunan kapal tersebut mencapai Rp600 M, diambil dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Mentri kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan kapal raksasa dibutuhkan untuk memberantas para pencuri ikan. selama ini, kapal pencuri kebanyakan berukuran besar.

Selain itu, luasnya wilayah laut Indonesia dimana nomor 2 terbesar di dunia, membuat perjalanan menggunakan kapal induk lebih efektif. "Mentri KKP, dirjen semua jalan-jalan, bakti sosial nyari minjam kanan-kiri." Ujar Menteri Susi di kantornya.

Menurutnya, pengadaan kapal tersebut juga menjadi media pemerintah dalam bersosialisasi ke daerah. Menteri Susi mengatakan, di kapal tersebut nantinya ada tempat pelatihan, laboratorium, serta kantor KKP.

"Sosialisasi daerah, mereka melihat dan mengalami training, ada laboratorium." jelas dia.

Menteri Susi menambahkan, Kapal tersebut direncanakan menggunakan program tahun jamak (multiyears) selama 2 tahun. "targetnya satu sampai satu setengah tahun. kita masih tahap finalisasi spesifikasi apa yang dibutuhkan.

Read More

Selasa, 09 Februari 2016

Unknown

Hani Diperlihatkan Kembali Rekaman CCTV Untuk Mengingat Kembali Kejadiannya

Dunia Informasi



Dunia Informasi
Reka Ulang Kejadian


Hani, Teman Wayan Mirna Salihin, perempuan yang tewas usai menenggak kopi di Cafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Hani menggaku panik saat kejadian sehingga kerap lupa detail peristiwa dalam pemeriksaan yang digelar polisi.

Penyidik Polda Metro Jaya akhirnya memakai trik menunjukkan rekaman kamera pengintai yang ada di kafe untuk memancing memori saksi Hani tentang runutan kejadian saat itu.

"Penyidik mengingatkan kembali kronologis kepada Hani dengan menunjukkan rekaman kamera tersembunyi. kemudian dibuat berita acara pemeriksaan lanjutan." kata direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Krishna Murti di kantor Mapolda Metro Jaya.

Krishna mengakui polisi perlu memeriksa ulang Hani karena keterangan berubah-ubah. menurut dia, wajar bila Hani memberikan keterangan berbeda-beda. karena saat kejadian Hani panik sehingga bisa lupa.

"Keterangan yang ada berbeda dengan yang kami miliki. Hani ini kan panik waktu kejadian itu, kalau panik bisa lupa." tandas perwira polisi itu.

Hani merupakan saksi yang diperiksa polisi selain Jessica dan SR, pembantu Jessica. saat dikonfirmasi wartawan usai pemeriksaan, Hani bungkam dan tidak meladeni pertanyaan dari wartawan.


Read More

Sabtu, 06 Februari 2016

Unknown

Kopi Maut Mirna

Dunia Informasi

Dunia Informasi
Foto Mendiang Wayan Mirna Salihin


Wayan Mirna Salihin tewas secara tidak wajar di sebuah cafe GL yang bernama cafe olivier, kematian Mirna yang sangat misterius ini ternyata positif diesebabkan oleh sebuah racun mematikan yang bernama Sianida. hasil ini sudah resmi dirilis polisi.
Wayan Mirna Salihin (28) seorang sosialita merupakan lulusan Swinburne University Of Technology dan bekerja sebagai Creative/Art Director di Misca Design . Mirna memiliki saudara kembar dan ia belum lama ini menikah dengan Arief Soemarko, sejumlah foto prawedding menghiasi akun facebook mirna salihin disini: https://www.facebook.com/misca88.
Mirna sepertinya bukan seseorang yang kerap mengunggah segala hal tentang dirinya, sehingga hanya sedikit informasi mengenai dirinya yang terpampang. dia menjadi perhatian netizen karena berita Mirna. mengalami kejang-kejang  hingga akhirnya meninggal di RS Abdi Waluyo seusai minum kopi di sebuah kafe di Grand Indonesia.

Dunia Informasi
Foto Mirna Bersama Suaminya
kematian Wayan Mirna yang tewas usai meminum kopi Vietnam di Cafe Olivia West Mall Grand Indonesia Tanah Abang, Jakarta Pusat. lalu menuai berbagai asumsi. Besarnya dugaan keracunan tersebut pun disampaikannya berdasarkan keterangan yang menyebutkan kalau jumlah dan jenis yang dikonsumsi korban sangat beragam. obat penurun berat badan tersebut selalu dikonsumsi setiap hari.

dalam penyelidikan kasus ini, polisi melakukan pra rekonstruksi di kafe olivier. di seputaran kafe dipasang garis pembatas, ada satpam yang berjaga.

di salah satu meja, polisi mengelar rekonstruksi itu, Mirna duduk di tengah diapit temannya Jesica dan Hani.
"Oh my god, so bad" demikian kata-kata Mirna usai menyeruput kopi sambil mengipas-ngipas tangan di depan mulutnya. kata-kata ini diucapkan salah seorang teman mirna, menirukan apa yang diucapkan Mirna saat itu usai meminum kopi.

Kronologi Kopi Maut Mirna Versi Jesica

Setelah hampir 2 pekan bungkam soal kematian Wayan Mirna, Jessica Kumala Wongso akhirnya angkat suara.
 
Dunia Informasi
Polisi Melakukan Prarekonstruksi Kasus Kematian Wayan Mirna
Melalui penasihat hukumnya Yudi Wibowo, jessica membeberkan kronologi ngopi Maut yang dialami Mirna dan Hanny.

Yudi mengatakan, awalnya Jessica yang berinisiatif mengajak Mirna ngopi, untuk membalas kebaikan Mirna yang suka mentraktir Jessica selama di Australia.

"Terus mereka Whatsapp-an sama teman 1 lagi, 3 orang ini (yang wahtsapp). yang ini 1 saya enggak tahu, bahwa mereka memilih tempat, itu berunding. karena Jessica enggak tahu tempat di Indonesia. ada buktinya di polisi. terus ada 2(pilihan), kafe di plaza Indonesia, satu lagi Olivier cafe," kata Yudi di Malpoda Metro Jaya.

Saat itu, kata Yudi, Mirna mengatakan kepada Jessica biasanya ia ngopi di Olivier Cafe. akhirnya mereka sepakat bertemu di sana. Jessica yang mengetahui akan tiba duluan pun berinisiatif memesankan minuman dan bertanya kepada Mirna.

Jessica : Apa yang kamu pesan?
Mirna :  Vietnam Coffee
Jessica : oh.., kalau gitu aku traktir ya?
Mirna : oke silahkan.

Ujar Yudi meniru percakapan Jessica dan Mirna di Whatsapp.
Yudi mengatakan Jessica tergolong anak mami, sehingga saat hendak bertemu Mirna. ia diantar ayahnya sekitar pukul 14.00 WIB.

Sesampainya disana, Jessica lalu memesan meja kepada pihak restoran ia pun berjalan-jelan di mal hingga sekitar pukul 16.00 atau 17.00 WIB. setelah waktu janjian mereka akan tiba, Jessica pun pergi ke toko membeli sabun, lalu turun ke Olivier Cafe.

"setelah jalan-jalan, Jessica beli sabun itu. buat kenang-kenangan (Ke Mirna), temannya yang satu itu enggak datang, harusnya 4 orang, yang 1 enggak datang karena kerja. ya tinggal 3 orang ini. sudah jamnya, jessica turun ke cafe itu dan ditunjukkannya meja itu." ungkap Yudi.

Selanjutnya, Jessica memesan minuman untuk dirinya, Hanny, dan Mirna ke meja bartender. dan langsung membayar tagihan minuman, "seperti orang pesan fast food itu lohh, dibayar, terus disajikan."

 Yudi menyampaikan, klien yang juga sepupunya itu sempat menunggu 15 sampai 20 menit hingga akhirnya Mirna dan Hanny datang, Mirna lalu menyeruput es kopi Vietnam itu dan komplain, Mirna mengatakan kopinya tidak enak dan menyuruh Hanny dan Jessica menciumnya.

"Hanny enggak percaya, Hanny cium terus minum seteguk. setelah Hanny mencicipi. mereka mengobrol-ngobrol dan masih sempat memesan makanan lain. tahu-tahu Mirna menyuruh Jessica minta air, Tenggorokannya kering, airnya belum datang Mirna Ambruk." pungkas Yudi.

Berdasarkan cerita versinya itu, Yudi ragu jika benar kopi tersebut mengandung Sianida, "mengapa hanya Mirna yang keracunan, sementara Hanny yang meminumnya baik-baik saja , berarti kan bukan kopinya. kalau ini Sianida, seharusnya ketika dia minum mulutnya terbakar atau melepuh." kata Yudi.

Polisi Buka-Bukaan Hasil Pemeriksaan Kopi Maut Mirna

Dunia Informasi
Susana Saat Reskrim Polda Metro Jaya Melakukan Pre-rekontruksi Di Cafe Olivier
Polisi masih berupaya mengungkapkan kematian Wayan Mirna Salihin, perempuan yang tewas usai menyeruput kopi di retoran pusat perbelanjaan. Polda Metro Jaya mengundang Sespuslabfor Polri Kombes Pol Hudi Suryanto. dalam gelar perkara kasus Kopi Maut itu.

pada kesempatan ini, Hudi membeberkan mengenai metode tes kimia saat uji labfor terhadap beberapa barang bukti, yang mereka kumpulkan selama proses penyidikan yaitu tes semi kuantitatif sianida, tes kit arsen, dan tes keasaman.

"Puslabfor dalam hal ini sebagai pendukung teknis (penyidikan). ada 6 jenis barang bukti yang kami uji. antara lain gelas sisa cairan kopi dan kopi yang diminum korban." kata Hudi di Mapolda Metro Jaya.

Setelah itu, kata dia, beberapa botol kopi yang berasal dari restoran, sebagai pembanding 2 jenis barang bukti tersebut,"Apakah benar ini kopi yang dituangkan pada gelas korban."

Untuk objek penelitian forensik, Puslabfor memeriksa organ dalam tubuh Mirna seperti lambung, Hati, empedu, dan 2 ampul suntikan berisi urine Mirna.

Uji 6 barang bukti tersebut menghasilkan kesimpulan, kopi sisa minuman Mirna positif mengandung Natrium Sianida atau nama kimianya NaCN. sementara, kopi yang berada di restoran negatif NaCN.

"Lambung korban positif Sianida jenis NaCN atau natrium sianida dan kafein, cairan barang bukti pembanding (kopi dan restoran) yang diambil dari pihak cafe, belum ditemukan kandungan Sianida. Hati dan empedu korban, serta urine dinyatakan positif senyawa kafein." beber Hudi.

menurut dia, hingga saat ini pemeriksaan masih dilakukan untuk mendapat data pasti, takaran yang digunakan terduga pelaku untuk meracuni kopi Mirna, hingga membuat istri Arief Sumarko itu tewas kurang dari 1 jam.

Namun hasil analisa kepolisian, terduga pelaku memasukan NaCN dalam takaran besar. "sudah melumpuhkan yang bersangkutan, (berarti) kadar cukup besar." ungkap Hudi.

Dalam Persidangan Terakhir Yang Dilakukan

Dunia Informasi
Foto Mendiang Wayan Mirna Salihin


Salah satu saksi kunci kasus kematian Wayan Mirna. Hani, keluar dari ruangan direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya.
Hani diperiksa penyidik sejak rabu siang sekitar pukul 13.00 WIB. "Saya mendapat 47 pertanyaan, banyak sekali." Kata Hani saat ditanya di gedung Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Hani yang saat diperiksa memakai baju biru dengan selendang bermotif polkadot itu mengaku sangat lelah setelah ditanyai polisi dan tak ingin menanggapi lebih jauh pertanyaan wartawan yang mengerubunginya, "saya capek saya sudah menjawab pertanyaan banyak sekali kaat Hany."

setelah lepas dari wartawan, teman ngopi Mirna di kafe Olivier ini pun meninggalkan Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Edhi Darmawan Salihin, ayah Mirna, mengatakan Hani pernah berbohong dengan mengaku ikut mencoba Es Kopi Vietnam yang menewaskan Mirna.

"saat itu dia bohong, mungkin karena merasa tidak enak sama Jessica."kaat edhi, saat ditemui di kediamannya di Sunter Garden, Jakarta Utara.

Akibat kebohongan tersebut, Edhi sempat meminta Hani diperiksa oleh dokter Rumah sakit Abdi Waluyo. ia khawatir bila Hani bernasib sama seperti anaknya. "saya deketin dokter, minta Hani diperiksa jangan sampai kena nih anak." katanya. namun, setelah diperiksa dokter, menurut Edhi kondisi Hani dipastikan sehat dan baik-baik saja. Belakangan Edhi baru tahu bila Hani hanya sekadar mencicipi.

Edhi menuturkan Hani sosok yang polos. Hani sempat menangis saat memberikan keterangan di Polda Metro Jaya. "kenapa menangis? karena dia ngomong yang sebenarnya."

Hani diketahui belakangan berteman dengan jessica dan Mirna saat bersama belajar di Billyblue College, Australia. Edhi mengatakan Hani pernah bermain ke rumahnya, tapi ia tidak mengetahui apakah jessica pernah berkunjung.

Hani, Jessica, dan Mirna bertemu pada 6 januari 2016 di kafe Olivier. dalam pertemuan tersebut, Mirna tewas setelah minum Es kopi Vietnam yang ternyata mengandung racun sianida.

Jessica yang semula berstatus sebagai saksi akhirnya ditetapkan menjadi tersangka. sehari setelahnya, ia ditangkap di Hotel Neo Mangga Dua, Jakarta Utara. dari keterangan polisi, Jessica belum memberi pengakuan apa pun seputar kasus ini.

Untuk mendukung penyidikan, Tim Pusat Laboratorium dan Forensik Polda Metro menggeledah rumah Jessica di Jalan Selat Bangka Blok J Nomor 1, Sunter Graha Pratama.Penggeledahan memakan waktu dua jam, dimulai pukul 11.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 13.00 WIB.

Pengacara Jessica Wongso, Yudi Wibowo, menuturkan semua bagian rumah telah digeledah, yakni lantai satu rumah tersebut, seperti kamar, dapur, gudang, garasi, dan kamar cuci. Di lantai dua polisi menggeledah kamar Jessica, kamar kakaknya, dan gudang.

"Semua digeledah sampai ke atas-atas," kata Yudi yang ditemui saat penggeledahan tersebut.
Read More

Kamis, 04 Februari 2016

Unknown

Penembak Polisi Diduga Jaringan Curanmor Antarprovinsi

Dunia Informasi

Penembak Polisi Saat Razia Diduga Jaringan Curanmor


Dunia Informasi
Komplotan penembak polisi yang sedang melakukan razia di jalan lintas sumatera Nabundong (Ilustrasi)


Komplotan penembak polisi yang sedang melakukan razia di jalan Lintas Sumatera Nabundong, Kecamatan Ulu Siapas, merupakan jaringan curanmor antar provinsi dan kabupaten. 

Dugaan itu dikuatkan dengan banyaknya ditemukan barang bukti pendukung, seperti STNK mobil Suzuki Katana BK 1119 FT atas nama Noni, Jalan Galang No. 42/12 PD Hilir Medan, 3 buah kunci R2, 8 STNK R2 dan R4, 1 sertifikat tanah atas nama jumono, 1 alat cencor cek harga indomaret.

Kasatreskrim Polres Tapanuli Selatan AKP Jama K Purba mengatakan, mobil carry yang dibawa oleh para tersangka itu diduga kuat hasil kejahatan dari Kota Binjai. 

Mobil tersebut tidak menggunakan nomor polisi, mereka hanya memasang nomor polisi acak-acak.

"ada indikasinya, pemilik mobil itu berasal dari kota Binjai, sesuai dengan laporan dari polres setempat yang kami terima."

dia mengatakan para pelaku curanmor itu dikenal dengan kesadisan mereka. sebab, mereka tidak akan sungkan-sungkan untuk membunuh atau menganiaya target yang sudah mereka tentukan.

"Polisi saja ditembak, apalagi para korban," ujarnya. Dia berharap kepada seluruh masyarakat untuk membantu pihak kepolisian mengungkap dan menemukan para pelaku itu. 


Read More

Rabu, 03 Februari 2016

Unknown

Musnahkan 9,89 KG Sabu, Polda Sumut Klaim Selamatkan 10 Juta Jiwa

Dunia Informasi



Dunia Informasi
Barang Bukti (Narkoba) Yang Dibakar

10 Juta terselamat dengan dimusnahkannya 9,89 narkotika jenis sabu-sabu. hal itu diklaim Dir Narkoba jenis sabu-sabu. hal itu diklaim dir Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Reynhard SP Silitonga.

"Atas pemusnahan narkoba yang hampir mencapai 10 kg itu diyakini lebih dari 10 juta jiwa penduduk sumut terselamatkan dari bahaya narkoba."kata Reynhard, pasca pemusnahan.

Reynhard Silitongha menyebut, jika barang bukti yang dibumihanguskan pihaknya itu didapat dari 42 tersangka, tiga di antaranya wanita. barang mahal senilai miliaran itu adalah hasil pengungkapan kasus sejak November hingga Desember 2015.

Tidak hanya itu, barang haram itu disebut pihak ditnarkoba masuk dari negara tetangga seperti malaysia melalui aceh dan pelabuhan tikus di Tanjung Balai.

"ini hasil pengungkapan selama 2 bulan, yakni dari bulan November hingga 2015 lalu." sahut Reynhard dalam keterangannya.

"barang ini (Sabu) masuk ke medan atau sumut melalui aceh dan pelabuhan tikus di perairan Tanjungbalai.kita duga jika barang ini masuk dari negara tetangga (Malaysia)."

untuk Reynhard meminta agar seluruh element masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh pemuda dan seluruh jajaran pemerintahan agar bersama-sama untuk memberantas peredaran narkoba di Sumut.

"Nantinya kami juga akan berkoordinasi dengan polisi Malaysia untuk kasus narkotika ini.


Read More

Sabtu, 30 Januari 2016

Unknown

Ketua Ranting IPK Tewas

Dunia Informasi



Dunia Informasi
Tewasnya Ketua Ranting IPK


Pasca Bentrok dua Kubu organisasi Kepemudaan (PP VS IPK) di jalan Thamrin Medan, Polisi berjaga-jaga di Rumah Sakit Permata Bunda, mengawasi kondisi seputar rumah sakit. pasalnya di rumah sakit tersebut terdapat 6 orang korban bentrokan dari pihak Ikatan Pemuda Karya (IPK).

Atas bentrokan tersebut, Monang Hutabarat (45) ketua ranting IPK kelurahan Kampung Durian, Kecamatan Medan Timur Tewas, Sabtu (30/1). sementara itu lima orang anggota IPK lainnya tengah mengalami perawatan lantaran terkena sabetan benda tajam maupun balok kayu.

Kelima anggota IPK yang jadi korban luka yakni, Dedi, Rudi, Eki, Dela, dan Riza.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui korban dari pihak Pemuda Pancasila (PP). Namun, kelompok IPK sempat melintasi jalan Mesjid Raya, jalan Brigjen Katamso kemudian menuju kawasan Skip, dimana basis massa IPK berada.

sampai saat ini seputaran jalan Thamrin masih mencekam. Dimana warga yang berada di sekitar kantor MPW PP sumut, tidak berani membuka toko mereka, dikarenakan takut menjadi korban sasaran.


Read More

Kamis, 28 Januari 2016

Unknown

Kejahatan Di Bandung Banyak Dipicu Miras

Dunia Informasi



Dunia Informasi
Barang Bukti (Barbut) Miras


Sat Narkoba Polrestabes Bandung berhasil mengamankan 5.489 botol miras dari berbagai jenis merek dan golongan. penyitaan tersebut dilakukan di berbagai wilayah di kota Bandung.

Selain menyita miras pihaknya juga menangkap 32 orang penjual dan penyalur miras (pengedar minuman keras). ungkap Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol.

Yang tertangkap ada 32 orang semuanya adalah penjual, sementara hukuman hanya tipiring (Tindak Pidana Ringan). ungkapnya kepada wartawan di Sat Narkoba Polrestabes Bandung.

Meski berhasil melakukan banyak penyitaan, Yoyol beserta jajarannya akan terus melakukan razia terhadap miras hingga kota Bandung bersih. Pasalnya, hampir 60 persen aksi pelaku kejahatan yang terjadi di Bandung, sebagian besar orang yang melakukan tindakan kriminal sebelumnya telah meminum miras terlebih dulu.

Setiap malam dilakukan Razia, ada razia terbuka di jalanan. ada yang bergerak, dan ada juga yang tertutup.

Read More