Tampilkan postingan dengan label Berita Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Kriminal. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Maret 2016

Unknown

6 Pengguna Dan Pengedar Narkoba Dibekuk

Dunia Informasi



Satnarkoba Polres Purwakarta membekuk 6 pelaku pengguna dan pengedar narkoba. disita dari tangan pelak, 18 paket kecil shabu shabu, 0,5 kg ganja dan 8 paket kecil ganja siap edar.

Dunia Informasi
Pelaku Pengguna Dan Pengedar Narkoba

Keenam pelaku diamankan polisi masing masing DI, DS, AA, DW, OH dan MS. Keenam pelaku ditangkap disejumla tempat di Purwakarta, Jawa Barat.

Kapolres Purwakarta AKBP Trunoyudo W Andiko, Senin (14/3), menjelaskan, para pelaku narkoba tersebut dibekuk hasil penyelidikan jajarannya menindaklanjuti pengaduan masyarakat.

Kata Kapolres, tak butuh waktu lama jajarannya mengendus praktek haram hingga menangkap satu persatu pengguna hingga pengedar narkoba tersebut.

Kapolres menegaskan, perbuatan para pelaku bertentangan dengan hukum di Indonesia. Pelaku telah melakukan tindak pidana tanpa hak dan melawan hukum memiliki, menyimpan serta menguasai dan menerima, menjadi perantara dalam jual beli dan menggunakan untuk dirinya sendiri jenis narkotika golongan 1.

“Para pelaku diancam dengan UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara, atau denda sebesar Rp 10 milyar,” ungkap Kapolres.
Read More

Jumat, 19 Februari 2016

Unknown

Anak Durhaka Dari Singapura

Dunia Informasi



Dunia Informasi


Sebuah kisah nyata dari Negeri tetangga Singapura beberapa dekade lalu yang cukup menghebohkan hingga perdana Menteri saat itu, Lee Kwan Yew senior turun tangan dan mengeluarkan dekrit tentang orang lansia di singapura.

Dikisahkan ada orang kaya raya di sana mantan pengusaha sukses yang mengundurkan diri dari dunia bisnis ketika istrinya meninggal dunia. jadilah ia single parent yang berusaha membesarkan dan mendidik dengan baik anak laki-laki satu-satunya hingga mampu mandiri dan menjadi seorang sarjana 

Kemudian setelah anak tunggalnya tersebut menikah, ia minta ijin kepada ayahnya untuk tinggal bersama di Apartemen ayahnya yang besar dan mewah. dan ayahnya pun dengan senang hati mengijinkan anak menantunya tinggal bersama-sama dengannya.

Terbayang di benak orangtua tersebut bahwa apartemen nya yang luas dan mewah tersebut tidak akan sepi, terlebih jika ia mempunyai cucu. betapa bahagianya hati bapak tersebut bisa berkumpul dan membagi kebahagiaan dengan anak dan menantunya.

Pada mulanya terjadi komunikasi yang sangat baik antara ayah-anak-menantu yang membuat ayahnya yang sangat mencintai anak tunggalnya itu tersebut tanpa sedikitpun ragu-ragu mewariskan seluruh harta kekayaan termasuk apartement yang mereka tinggali, dibaliknamakan ke anaknya itu melalui notaris terkenal di sana.tahun-tahun berlalu. seperti biasa masalah klasik dalam rumah tangga, jika anak menantu tinggal seatap dengan orangtua, entah sebab mengapa akhirnya pada suatu hari mereka bertengkar hebat yang pada akhirnya pada suatu hari mereka bertengkar hebat yang pada akhirnya, anaknya tega mengusir sang ayah keluar dari apartemen mereka yang diwarisi dari ayahnya.

Karena seluruh hartanya, Apartemen, Saham, Deposito, Emas dan uang tunai sudah diberikan kepada ankanya, maka mulai hari itu dia menjadi pengemis di Orchard Rd. Bayangkan, orang kaya mantan pebisnis yang cukup terkenal di Singapura tersebut, tiba-tiba menjadi pengemis.

Suatu hari, tanpa disengaja melintas mantan teman bisnisnya dulu dan memberikan sedekah, dia langsung mengenali si ayah ini dan menanyakan kepadanya, apakah ia teman bisnisnya dulu. tentu saja, si ayah malu dan menjawab bukan, mungkin anda salah orang, katanya. akan tetapi temanya curiga dan yakin, bahwa orangtua yang mengemis itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak ada kabar beritanya. kemudian, temannya ini mengabarkan hal ini kepada teman-temannya yang lain, dan mereka akhirnya bersama-sama mendatangi orang tersebut. semua mantan sahabat karibnya tersebut langsung yakin bahwa pengemis tua itu adalah mantan pebisnis kaya yang dulu mereka kenal.

Dihadapan para sahabatnya, si ayah dengan menangis tersedu-sedu menceritakan semua kejadian yang sudah dialaminya, maka, terjadilah kegemparan disana, karena semua orangtua di sana merasa sangat marah terhadap anak yang sangat tidak bermoral itu.

Kegemparan berita tersebut akhirnya terdengar sampai ke telingga PM Lee Kwan Yew Senior.
PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak dan menantu durhaka tersebut. mereka dimaki-maki, dan dimarahi habis-habisan oleh PM Lee dan PM Lee mengatakan "sungguh sangat memalukan bahwa di singapura ada anak durhaka seperti kalian. 

Lalu PM Lee memangiil sang notaris dan saat itu juga surat warisan itu dibatalkan demi hukum! dan surat warisan yang sudah baliknama atas nama anaknya tersebut disobek-sobek oleh PM Lee. sehingga semua harta milik yang sudah diwariskan tersebut kembali ke atas nama ayahnya, bahkan sejak saat itu anak menantu itu dilarang masuk ke apartment ayahnya.

Mr Lee Kwan Yew ini ternyata terkenal sebagai orang yang sangat berbakti kepada orangtuanya dan menghargai para lanjut usia (lansia). sehingga agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Mr Lee mengeluarkan kebijakan/ Dekrit yaitu. "larangan kepada para orangtua untuk tidak mengwariskan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal. kemudian, agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga akhir hayatnya, maka dia buat kebijakan berupa Dekrit lagi, yaitu agar semua Perusahaan Negara dan swasta di Singapura memberi pekerjaan kepada para lansia. Agar para lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya dan mempunyai penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi angpao kepada cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri selama 1 tahun bekerja.

Anda tidak perlu heran jika Anda pergi ke Toilet di Changi Airport, Mall, Restaurant, Petugas cleaning service adalah para lansia. Jadi selain para lansia itu juga bahagia karena di usia tua mereka masih bisa bekerja, juga mereka bisa bersosialisasi dan sehat karena banyak bergerak. Satu lagi sebagaimana di negeri maju lainnya, PM Lee juga memberikan pendidikan sosial yang sangat bagus buat anak-anak dan remaja di sana, bahwa pekerjaan membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya itu bukan pekerjaan hina, sehingga anak-anak tsb dari kecil diajarkan untuk tahu menghargai orang yang lebih tua, siapapun mereka dan apapun profesinya.
Sebaliknya, Anak di sana dididik menjadi bijak dan terus memelihara rasa hormat dan sayang kepada orangtuanya, apapun kondisi orangtuanya.

Meskipun orangtua mereka sudah tidak sanggup duduk atau berdiri,atau mungkin sudah selamanya terbaring diatas tempat tidur, mereka harus tetap menghormatinya dengan cara merawatnya.
Mereka, warganegara Singapura seolah diingatkan oleh PM Lee agar selalu mengenang saat mereka masih balita, orangtua merekalah yang membersihkan tubuh mereka dari semua bentuk kotoran, juga yang memberi makan dan kadang menyuapinya dengan tangan mereka sendiri, dan menggendongnya kala mereka menangis meski dini hari dan merawatnya ketika mereka sakit.
Hormatilah, Kasihilah, Sayangilah orang tuamu selama mereka masih ada di sisimu.


Read More

Rabu, 17 Februari 2016

Unknown

Minta Uang 1,5 Hingga 2 juta, Dua Oknum Pegawai PDAM Enrekang Tipu Puluhan Warga Anggeraja

Dunia Informasi



Dunia Informasi
Ilustrasi

Puluhan warga di sossok, kelurahan Mataran, kecamatan Anggeraja diresahkan oleh ulah dua oknum pegawai perusahaan daerah air minum (PDAM) Enrekang.
Alwi Alimin dan Salim dilaporkan telah melakukan penipuan terhadap warga. modusnya, mereka meminta uang sebesar RP 1,5 juta hingga Rp 2 juta kepada warga untuk pemasangan pipa air yang disambungkan ke pipa air yang disambungkan ke pipa milik PDAM. ternyata, tindakan keduanya dilakukan tanpa sepengetahuan Direktur PDAM Hj. Halifah Bando.

Namun setelah berbulan-bulan menikmati air yang disambung secara ilegal, PDAM bertindak tegas dengan memutuskan aliran air tersebut dari puluhan rumah warga. hanya warga yang bersedia melakukan pembayaran resmi ke kantor PDAM, yang tidak dilakukan pemutusan aliran pipa airnya.
Any, salah seorang warga yang menjadi korban, sangat kesal dengan ulah kedua oknum pegawai PDAM itu. "kami sudah membayar uang untuk pemasangan kepada orang PDAM kenapa kami diminta untuk membayar ulang?" ujar Ani mengungkapkan kekesalan hatinya.

Akibat kejadian ini, Any berharap agar direktur PDAM Enrekang Hj Halifa Bando memberikan sanksi pemecatan kepada kedua karyawan itu. karena dianggap telah melakukan pencemaran nama baik PDAM dengan melakukan pungutan liar. menurutnya, pihak PDAM tidak boleh berlepastangan atas ulah kedua oknum tenaga honorer PDAM tersebut.

Kepala dusun Sossok Tajuddin yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, membenarkan banyak warganya yang jadi korban oleh kedua oknum PDAM tersebut. "kalau dihitung-hitung sudah sekitar ratusan warga yang sudah membayar, kemudian sambungan airnya diputus karena dianggap liar." jelas Tajuddin

Selain mengambil uang pembayaran pendaftaran, kedua oknum PDAM itu juga melakukan penagihan angsuran bulanan kepada pelanggan ilegalnya sebelum hal ini terkuak ke permukaan. "sudah lebih setahun warga juga membayar angsuran kepada oknum pegawai PDAM itu." ujar Tajuddin melalui handphonenya,
sementara Direktur PDAM Enrekang HJ Halifa Bando, dengan tegas mengatakan, tidak bisa mempertanggung jawabkan karena menurut argumentasinya, uang warga yang bernilai ratusan juta tersebut tidak masuk ke rekening resmi PDAM. "ini bukan kesalahan kami, siapa suruh memberikan uang kepada kedua oknum itu tanpa ada bukti kuitansi resmi dari PDAM. hal ini sudah kami umumkan berkali-kali di masjid-masjid."kata HJ Halifa.

Direktur PDAM yang masih bersaudara kandung dengan bupati Enrekang H muslimin Bando ini, mengimbau pelanggan maupun calon pelanggan untuk berhati-hati. diapun meminta kepada warga yang merasa dirugikan agar pelanggan untuk berhati-hati. diapun meminta kepada warga yang merasa dirugikan agar melaporkan ke pihak berwajib. menyusul mencuatnya kasus ini, baik Alwi maupun Salim tidak bisa lagi dideteksi keberadaannya. apalagi mereka dideksa untuk mengembalikan uang yang sudah diambilnya dari warga, yang jumlah mencapai ratusan juta dari 80 RT yang terdata jadi korban penipuan.
Read More

Senin, 18 Januari 2016

Unknown

Masih SMA Sudah Jadi Bos Begal

Dunia Informasi



Aksi begal motor masih sering terjadi di Palembang. Pelakunya tidak hanya dari kalangan residivis dan penjahat 'senior', tapi kini juga pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA).

Anak-anak SMA yang masih berumur belasan tahun itu, tidak hanya jadi anggota biasa, tapi malah sudah menjadi ketuanya.

Jajaran Ditreskrimum Polda Sumsel, baru saja mengamankan, 3 begal. Yakni, Iwan Saputra (17), Renaldi (18) dan Medi Saputra (15), yang masih tercatat sebagai pelajar salah satu SMA di Palembang.

Dari informasi yang dihimpun, ‎penangkapan berawal saat tersangka Medi dan Renaldy hendak menjual motor Suzuki Satria BG 3892 RB dipasar Cinde Palembang.

Saat akan bertransaksi, salah satu korbannya yang juga ada di lokasi sama mengenali sepeda motor miliknya. Korban pun langsung melaporkan ke petugas yang saat itu sedang berpatroli dan kedua tersangka langsung ditangkap polisi.

Tak butuh waktu lama, Iwan dan tersangka lainnya pun langsung diciduk di kediamannya di Jalan Ahmad Yani Lorong Gang Sabar Kelurahan 8 ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang.

Dari pengakuan Iwan, mereka telah melakukan aksinya sebanyak tiga kali secara bersama-sama, sedangkan aksi yang terakhir mereka lakukan di areal pemukimannya sendiri,

"Sudah tiga kali, terakhir di Jalan A Yani. Kami melakukannya berempat saat itu. Dari pertama kali begal, hasil uangnya kami belikan miras, soalnya kami berempat nggak ada uang tiap kali mau minum‎," ujar Iwan saat di amankan di Mapolda Sumsel.

Tersangka Medi yang merupakan siswa di salah satu sekolah yang berada di daerah Plaju ini mengatakan, jika dirinya hanya ikut-ikutan saja saat ketiga temannya mengajaknya untuk melakukan aksi begal tersebut.

"Saya cuma ikut-ikutan saja pak, waktu itu Iwan yang punya ide untuk melakukan begal" ungkap Medi.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Irsan Sinuhaji mengatakan, jika ketiga tersangka merupakan residivis kejahatan jalanan yang sering meresahkan warga d isekitar Jalan Kertapati hingga Jakabaring.

Untuk barang bukti yang diamankan, berupa satu bilah pisau milik tersangka dan satu unit motor milik korban yang pernah di begal tersangka di Jalan A Yani Lorong Bungaran Kecamatan SU I Palembang.

"Ketiga tersangka beserta barang bukti pisau dan satu unit motor hasil begal tersangka kini sudah kita amankan, sedangkan pelaku M kini sedang dalam pengejaran. Akibat ulahnya tersangka akan kita jerat pasal 365 KUHP," tandas Irsan.

Read More